Selasa, 05 Januari 2016

Tugas Softskill Etika Bisnis kasus PHK atau unjuk rasa buruh terhadap perusahaan

Nama : Inne Audina Sekar
Kelas : 4EA11
NPM : 13212738

PENDAHULUAN

Dalam dunia bisnis saat ini kegiatan sering terjadi pemutusan hubungan kerja oleh perusahaaan, kadang2 juga unjuk rasa buruh pada perusahaan. Dalam kehidupan sehari – hari pemutusan hubungan kerja antara pekerja / buruh dengan pengusaha lazimnya dikenal dengan istilah PHK atau pengakhiran hubungan kerja, PHK atau unjuk rasa sudah tidak asing lagi didengar, banyaknya karyawan atau buruh yang di PHK atau unjuk rasa karna alasan habis kontrak, tidak adanya pesanan sehingga harus memberhentikan sebagian pegawai (Karyawan) dan lainnya.

Contoh Kasus

Karyawan Perusahaan Springbed Siak Hulu Demo, Kecewa di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

Minggu,04 Oktober 2015|21:12:11 WIB

RIAUTERBIT.COM-Merasa diberhentikan sepihak, puluhan buruh PT Induktorindo Utama berunjukrasa di depan gerbang PT.Anugrah Karya Aslindo (AKA) atau pabrik Springbed di Siak Hulu Kabupaten Kampar. Mereka, menuntut perusahaan membayar  pesangon dan kekurangan upah yang belum dibayar.

Kordinator aksi Jeniver Manalu, melalui Samuel Seregar, ada sekitar 40 (Empat Pukuh) lebih eks karyawan PT.AKA (Springbed), melakukan aksi unjuk rasa. "Puluhan buruh ini diberhentikan sepihak perusahaan dengan berbagai alasan seperti habis kontrak, tidak adanya pesanan sehingga harus memberhentikan sebagian pegawai (Karyawan) dan lainnya," ungkapnya.

Lebih menjengkelkan lagi, kata Samuel, setelah pecat, karyawan yang sudah bekerja tahunan hingga belasan tahunan di perusahan tersebut, tidak diberikan pesangon.

Alasannya, tidak ada produksi atau pesanan. Namun kemudian, kata dia, perusahaan justru menambah pegawai dengan membuka lowongan pekerjaan baru.

"Kita kesal dan kenapa buruh-buruh ini dipecat atau di PHK. Tak hanya itu pesangon eks PT.AKA ini, juga ada yang belum dibayar," jelasnya usai melakukan aksi unjuk rasa kepada wartawan baru-baru ini.

Karena itulah, sebanyak 24 pegawai ini menuntut perusahaan untuk membayarkan keinginan mereka, seperti dibayarkannya pesangon sesuai dengan undang-undang tenaga kerja. Serta, melunasi kekurangan upah yang belum dibayarkan. Selain itu, mereka juga menuntut uang cuti yang selama ini tidak pernah mendapatkan cuti bahkan uang THR ada yang belum diterimanya.

"Pegawai ini sudah bekerja dari masa kerja lebih dari 2 tahun, bahkan ada yang sudah belasan tahun. Namun dikeluarkan tanpa diberikan pesangon dan hak-haknya, sehingga kami menuntut kepada perusahaan agar membayarkan hak-hak kami ini," katanya.

Salah seorang mantan pekerja PT.AKA, Rahman Seregar (43), mengaku ia dipecat dari perusahaannya pada tanggal 19/9/2015 lalu.
Ia mempertanyakan alasan dirinya dipecat dari perusahaan.

Sebelumnya, ia memang pernah dipanggil oleh manajemen perusahaan yang menanyakan keikut sertaan dirinya disalah satu organisasi serikat buruh.

"Tapi kalau masalah organisasi itu kan hak saya. Tak masuk akal kalau masalah organisasi saya dipecat atau tidak bisa diperpanjang lagi. Alasan lain perusahaan memecat saya, menolak pemutasian. Tak hanya itu, alasan lain saya dipecat karena saya dipecat. Lalu saya jawab, tak mungkin kalau tak ada penyebabnya seperti kecelakaan kerja yaitu cacat tangan saya hingga patah," ujar warga Perumahan Griya Insani Kelurahan Desa Baru Pandau Kecamaan Siak Hulu Kabupaten Kampar, ini.

Tak hanya Rahman, Yuniman Mendrofa (26), kernet perusahaan PT.AKA, yang sudah bekerja tiga tahun lebih di perusahaan tersebut, diberhentikan dengan alasan habis kontrak.

"Saya diberhentikan dengan alasan habis kontrak, bukan PHK. Jadi sampai saya dipecat saya tak punya kontraknya. Jadi kami minta hak kami. Ini tak adil, perusahaan kalau seperti ini sudah semena-mena terhadap karyawannya," ujar Yuniman.

Selain Yuniman, eks karyawan PT.AKA yang lainnya Fidawati (44), yang juga sudah bekerja selama 14 tahun ini dipecat dari perusahaannya tanpa alasan yang jelas. Fidawati, dituding mencuri kain-kain milik perusahaan tanpa bukti-bukti.

"Setelah itu saya lalu di PHK. Saya tak terima, karena saya tak melakukan pencurian," ujar mantan staf PT.AKA ini.

Sementara Manager PT.AKA, Suwito, yang ditemui wartawan tak diizinkan oleh pihak security menemuinya dengan alasan sedang tidak ada ditempat. Sementara nomor telepon genggam milik Suwito, tak ada jawaban.(Alam/lipo).

Teori

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau separation adalah suatu keputusan yang memisahkan antara pihak organisasi/perusahaan dengan pegawai/individu. PHK dapat terjadi karena kemauan/inisiatif pegawai itu sendiri maupun pihak organisasi/perusahaan berdasarkan pertimbangan tertentu.
 Bentuk PHK dapat berupa :
- Berhenti sementara, dimana pegawai meninggalkan tugasnya karena harus mengikuti diklat, pengobatan kesehatan dan sebagainya.
- Berhenti bekerja secara normal (attrition), yaitu pemberhentian kerja karena pengunduran diri, pensiun atau meninggal dunia.
- Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang secara populer dikenal masyarakat yaitu pemberhentian kerja berkaitan dengan  masalah ekonomi atau bisnis sehingga diperlukan pengurangan pegawai seperti perampingan organisasi, restrukturisasi, merger atau akuisisi oleh perusahaan lain.

Analisis
  
Menurut pendapat saya tentang kasus PHK atau unjuk rasa buruh terhadap perusahaan tersebut sangat semena mena dalam menggambil keputusan. Sudut pandang etika bisnis wajar saja karyawan atau buruh berunjuk rasa tidak terima karna keputusan yang di ambil secara sepihak merekapun masih sangat membutuhkan pekerjaan dan alasan nya ada yang kerja tidak dibayar. Tetapi, satu sisi perusahaan pun  mengurangi pekerja nya karna ada alasan yang sangat kuat yaitu  tidak ada nya produksi atau pesanan. Seharusnya perusahaan menambahkan karyawan agar bisa meningkatkan pendapatan, dan sangat imbang agar pesanan semakin banyak dan produksi pun berjalan lancar.
 Refrensi :





Senin, 16 November 2015

Corporate Social Responsibility (CSR)


Nama  : Inne Audina Sekar
Kelas  : 4EA11
Tugas  : Softskill
Mata Kuliah : Etika Bisnis


Contoh Kasus

Perusahaan Bank Mega


Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, eksistensi perusahaan tidak bisa hanya didasarkan pada mengejar profitabilitas semata. Masih ada hal yang lebih mulia untuk direalisasikan, yaitu menciptakan masyarakat yang makmur, adil, dan sejahtera. Untuk mencapai hal tersebut, Bank Mega senantiasa berupaya memaksimalkan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/Corporate Social Responsibility (CSR).
Ada pun tujuan pelaksanaan program CSR ini bukan hanya sekedar untuk memenuhi ketentuan regulasi sebagaimana tercantum dalam Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, melainkan merupakan wujud apresiasi terhadap kontribusi dan dukungan masyarakat kepada perkembangan Bank.
Secara filosofis, program-program CSR yang dilaksanakan tidak sekedar mengembalikan sebagian keuntungan kepada masyarakat. Rangkaian program ini justru lebih diarahkan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan alam sekitar, baik komunitas mau pun lingkungan, sekaligus memberikan nilai tambah kepada semua pihak secara berkesinambungan. Sejumlah aktivitas CSR telah dijalankan oleh Bank Mega sepanjang tahun 2013 terbagi dalam beberapa program, seperti Mega Peduli, Edukasi “Ayo ke Bank”, Hibah Komputer serta Mega Berbagi. Untuk keseluruhan program ini, Bank Mega telah mengeluarkan dana mencapai kurang lebih Rp. 800.000.000,- (Delapan Ratus Juta rupiah).

Mega Peduli

Pertumbuhan dan perkembangan Bank Mega yang pesat tidak lepas dari peran serta, kepercayaan masyarakat dan dukungan semua pihak yang terkait terhadap usaha Bank Mega. Oleh karena itu sudah selayaknya sebagian keuntungan yang diperoleh Bank Mega dikembalikan lagi kepada masyarakat yang layak menerima dalam bentuk bantuan sosial melalui Kegiatan Sosial yang disebut “Mega Peduli”.
Tujuan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini adalah memupuk kepedulian dan komitmen seluruh Manajemen dan pegawai Bank Mega terhadap tanggung jawab sosial dan kemasyarakatan, khususnya terhadap masyarakat yang kurang mampu antara lain yatim piatu (Panti Asuhan), orang tua jompo (Panti Werda), tunawisma, orang cacat, korban bencana dan sebagainya yang berada di sekitar unit kerja dan / atau di sekitar kantor - kantor Cabang / Capem / Kantor Kas Bank Mega di seluruh Indonesia. Seluruh karyawan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini sehingga dapat mendidik karyawan memiliki rasa sosial dan kepedulian terhadap penderitaan sesama. Bantuan disalurkan melalui Kantor Cabang / Capem / Kantor Kas Bank Mega di seluruh Indonesia

Kegiatan Sosial Mega Peduli memberikan manfaat besar terutama bagi masyarakat yang terkena dampak dari kebijakan pemerintah yang mengakibatkan naiknya harga-harga kebutuhan pokok dan melemahnya daya beli. Untuk itu, penyelenggaraan program Mega Peduli selalu mencakup pemberian bingkisan dalam bentuk barang / natura seperti beras, mie instan, kecap, minyak goreng.

Ayo ke Bank

Secara konsisten, Bank Mega juga turut berpartisipasi aktif menyukseskan program edukasi “Ayo ke Bank” yang secara khusus diarahkan pada pengembangan pengetahuan masyarakat di bidang perbankan. Program yang dicanangkan oleh Bank Indonesia ini merupakan manifestasi dari pilar keenam Arsitektur Perbankan Indonesia yang menetapkan bahwa bank-bank bertanggungjawab mendidik masyarakat mengenai dasar-dasar perbankan.
Sepanjang tahun 2013, Bank Mega sudah melaksanakan beberapa kegiatan yang terkait dengan program edukasi “Ayo ke Bank” ini. Di antaranya adalah di SD Marge, Surabaya; SD WR Supratman, Medan; dan SD Isriati Moenadi, Semarang.

Hibah Komputer

Sejalan dengan program “Ayo ke Bank” ini, Bank Mega juga melaksanakan program “Hibah Komputer” untuk sekolah-sekolah yang memang membutuhkan perangkat dasar tersebut. Meskipun bukan jenis teknologi terkini, namun komputer hibah tersebut lebihdari cukup untuk membuka wawasan para murid dan membentukmereka menjadi generasi cerdas yang siap beradaptasi dengan tuntutan zaman.
Sekolah yang telah menerima bantuan berupa 5 (lima) unit komputer dari Program “Hibah Komputer” ini adalah SMP Islam Adzkiya, Desa Cibitung Kulon - Pemijahan, Bogor.

Kegiatan Lainnya

Selain kegiatan-kegiatan sosial tersebut di atas, Bank Mega juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial jika terjadi bencana alam berskala lokal maupun nasional. Pelaksanaan donor darah bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia / PMI juga secara rutin diselenggarakan di Bank Mega. Sementara itu, untuk memanfaatkan waktu liburan sekolah, Bank Mega juga menyelenggarakan Khitanan Massal bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.

TEORI

Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Contoh bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.

ANALISIS

Menurut saya CSR adalah program yang positif didalam suatu perusahaan, maka dari itu perusahaan harus memiliki atau menjalani program CSR sebagai bentuk rasa sosial yang tinggi dan sangat berguna untuk membantu masyarakat agar masyarakat dapat menilai lebih perusahaan tersebut dan bisa meningkatkan perusahaan yang baik.


Referensi :

Kamis, 05 November 2015

Iklan yang kurang beretika

Nama : Inne Audina Sekar
Kelas : 4EA11
NPM : 13212738


PENDAHULUAN

Produsen dalam menyampaikan produk dengan cara bermacam-macam salah satu nya adalah dengan menggunakan iklan. Didalam iklan ada beberapa contoh yang tidak beretika seperti iklan yang saya ambil yaitu iklan Bintang Toedjoe yang diperankan oleh artis terkenal bernama cita citata. Iklan tersebut berdampak sangat negatif apalagi dikalangan anak-anak. Adegan artis tersebut terlalu vulgar dan sangat membuka aurat sehingga tidak nyaman untuk dilihat.

Teori

Durianto mendefinsikan iklan sebagai proses komunikasi yang dilakukan dengan tujuan untuk membujuk orang lain dalam mengambil tindakan yang menguntungkan banyak pihak pembuat iklan.

Lee, mendefinisikan iklan sebagai komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk produk yang di transmisikan ke suatu khalayak target melalui media, seperti, televise, koran dan radio.

Kriyantono, mendefinisikan iklan sebagai bentuk komunikasi nonpeersonal yang menjual pesan persuasive dari sponsor yang jelas untuk mempengaruhi orang membeli produk dengan membayar sejumlah biaya untuk media

Pengertian iklan menurut para ahli yang telah dijabarkan di atas, membuat penulis untuk merumuskan suatu kesimpulan mengenai pengertian iklan. Menurut penulis, pengertian iklan adalah “suatu komunikasi yang bersifat persuasive dan dalam penerapannya memiliki hubungan simbosis mutualisme antara produsen dan konsumen iklan itu sendiri”.

Kesimpulan

Iklan tersebut berdampak negatif, untuk para produsen sebaiknya menunjukan iklan yang berpendidikan, sopan, beretika, dan enak dilihat karna iklan yang tidak beretika seperti itu sangat buruk bila dilihat oleh anak-anak dan mudah ditiru.


http://www.pengertianmu.com/2015/01/pengertian-iklan-menurut-para-ahli.html?m=1

Selasa, 27 Oktober 2015

Tugas Softskill Etika Bisnis Utilitarianisme

Nama : Inne Audina Sekar
Kelas : 4EA11
NPM : 13212738

PENDAHULUAN

Melihat situasi sekarang ini banyak sekali orang yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing sesuai dengan tuntutan kehidupan. Seperti kuliah, bekerja di kantoran, berbisnis, berdagang dan lain-lain. Dengan kegiatan yang super padat, seringkali orang merasa lelah dan ingin cepat beristirahat bila sesampainya di rumah. Hal ini terkadang membuat seseorang lupa akan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Akibatnya, pekerjaan rumah akan terbengkalai dan menjadi menumpuk setiap harinya.


Berdirinya suatu laundry otomatis, dapat menjadikan pekerjaan rumah seperti mencuci yang sifatnya rutin dan kontinyu akan lebih mudah terselesaikan. Bagi mereka yang memiliki kesibukan cukup tinggi, jasa laundry sangat tepatuntuk mengatasi masalah mencuci pakaian, selimut, dan lain-lain. Karena, ditempat laundry ini tidak hanya menawarkan jasa mencuci saja tetapi sekaligus dengan penyetrikaannya. Dengan begitu pakaia yang dihasilkan menjadi bersih, harum dan rapi.Pada masa perekonomian saat ini, persaingan antara usaha kecil, menengah,ataupun besar sangatlah ketat dalam menonjolkan kualitas usahanya. Berbagai jenis usaha dibidang produk atau jasa berlomba-lomba untuk menarik minat parakonsumen. Tempat usaha jasa pencucian pakaian atau lebih dikenal dengan sebutan laundry merupakan salah satu perusahaan kecil atau wirausaha yang saat inisangat menjamur di Indonesia. Di pelosok-pelosok daerah baik itu kota besar atau kecil banyak sekali berdiri usaha laundry.

TEORI

Teori utilitarianisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa tindakan dan kebijakan perlu dievaluasi berdasarkan manfaat dan biaya yang dibebankan pada masyarakat. Dalam situasi apa pun, tindakan atau kebijakan yang “benar” adalah yang memberikan manfaat paling besar atau biaya paling kecil (bila semua alternatif hanya membebankan biaya bersih). Sebuah prinsip moral yang mengklaim bahwa sesuatu dianggap benar apabila mampu menekan biaya sosial (social cost) dan memberikan manfaat sosial (social benefit ).

A. Keunggulan Utilitarianisme

Dalam banyak hal merupakan sebuah teori yang menarik, denganalasan sebagai berikut:
1. Sejalan dengan pandangan-pandangan yang cenderung diusulkan saat membahas kebijakan pemerintah dan barang-barang komoditas publik. Jadi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tepat adalah kebijakan yang memiliki utilitas terbesar bagimasyarakat atau seperti dalam slogan terkenal dunia, kebijakan yang mampu menghasilkan “kebaikan terbesar bagi sebagian besar masyarakat.
2. Sejalan dengan kriteria intuitif yang digunakan oleh orang-orang dalam membahas perilaku atau tindakan moral (moral conduct).
3. Sangat berpengaruh dalam bidang ekonomi dan juga menjadi dasar teknik analisis biaya-manfaat ekonomi.


B. Kelemahan Utilitarianisme

Satu rangkaian masalah dalam kaitannya dengan utilitarianisme terfokus padahambatan-hambatan yang dihadapi saat menilai atau mengukur utilitas, yaitu:
1.Bagaimana nilai utilitas (manfaat) dari berbagai tindakan yang berbeda pada orang-orang yang berbeda dapat diukur dan dibandingkan seperti yang dinyatakan dalam utilitarianisme.
2. Biaya dan keuntungan tertentu tampak sangat sulit dinilai.
3. Karena banyak keuntungan dan biaya dari suatu tindakan tidak dapat diprediksi dengan baik, maka penilaiannya pun juga tidak dapat dilakukan dengan baik.
4. Sampai saat ini masih belum jelas apa yang bisa dihitung sebagi keuntungan dan apayang bisa dihitung sebagai biaya.
5. Asumsi utilitarian menyatakan bahwa semua barang adalah dapat diukur atau di nilai mengimplikasikan bahwa semua barang dapat diperdagangkan.

Analisis

Analisis yang didapat dari teori di atas

Positif :
1. Dengan ada nya usaha laundry sangat membantu meringankan pekerjaan yang tidak sempat dikerjakan.
2. Biaya yang terjangkau.
3. Biaya pertanggung jawab seperti ganti rugi yang tak terduga.

Negatif :
1. Hasil nya yang tidak memuaskan, seperti baju yang hilang dan masih ada noda yang menempel di pakaian.
2. Air detergen yang membuat pencemaran air.





Refrensi : http://www.academia.edu/9804920/Studi_Kelayakan_Bisnis_Laundry_Otomatis_-_Kelompok_4_3_KP_B-_POLBAN

http://www.academia.edu/8958371/Teori_Utilitarianisme

Kamis, 15 Oktober 2015

ADAT PERNIKAHAN BANTEN

PENDAHULUAN


Tradisi adat Banten memiliki prosesi atau adat pernikahan yang berbeda-beda.  Mulai dari menghias mobil yang hendak dipakai oleh mempelai pria, sampai dengan hal-hal yang perlu di bawa. Mulai dari Tumpeng, kue atau lain nya tak ketinggalan begitulah salah satu adat di masyarakat Cilegon. Provinsi ini memiliki budaya tersendiri dalam menjalakan pernikahan. Biasa nya seserahan dibawakan dari pihak perempuan.


TEORI

Dalam prosesi akad nikah, pengantin perempuan tidak disandingkan dengan pengantin laki-laki. Setelah selesai pelaksanaan akad nikah barulah keduanya duduk bersanding. Setelah mendapatkan doa restu dari seluruh keluarga dan handai taulan, pengatin laki-laki pulang ke rumahnya untuk mengikuti acara adat yang akan berlangsung pada malam harinya. Sedangkan pengantin perempuan dan keluarganya tetap di rumah untuk mempersiapkan upacara Mapag Jawadah.


Masih dihari yang sama, pada malam harinya diadakan prosesi adat Mapag Jawadah (Juadah). Prosesi ini merupakan penjemputan Jawadah atau makanan kecil berbagai jenis seperti kue lapis, pisang setandan, tebu wulung, tumpeng kecil dari beras ketan, dan sebagainya dari rumah keluarga pengantin laki-laki. Pengantin perempuan bersama keluarganya meyambangi ke kediamam pengantin laki-laki untuk selajutnya membawa jawadah. Selama Mapag Jawadah, sepanjang perjalanan sambil bershalawat.



Kedua pengantin selajutnya diarak menuju ke rumah pengatin perempuan yang didampingi keluarga kedua belah pihak serta membawa Jawadah. Sambil diringi lantunan Marhaban, kedua pengantin juga bermaksud diperkenalkan dengan masyarakat sekitar.



Setelah tiba di kediaman pengantin perempuan dilanjutkan dengan Yalil (buka pintu). Disini pengatin perempuan dibawa masuk ke dalam rumah sedangkan pengantin laki-laki menunggu di depan pintu yang diberi tirai. Pelaksanaan buka pintu dilakukan oleh rombongan Fakih, yang lazim disebut Yalil. Di dalam Yalil tersebut berisi nasehat-nasehat yang diselingi dengan kata-kata menggoda pengantin.
Prosesi selanjutnya adalah Ngeroncong (Nyembah). Kedua mempelai duduk di pelaminan, di depannya ada wadah seperti baskom kecil untuk menampung uang. Keluarga dan handai taulan bergantian melemparkan atau memberi uang receh sebagai simbol
pemberian bekal untuk memulai hidup baru. Selanjutnya melakukan prosesi Ngedulagi dengan maksud menyatukan kedua pengantin.


Yang terakhir merupakan acara arak-arakan atau Ngarak Pengantin, dengan dimeriahkan oleh tabuhan musik rebana dan lantunan doa-doa dan pujian kehadirat Illahi. Pengantin pun berjalan berkeliling menyalami tamu undangan dan masyarakat sekitar.



Dalam adat Banten Kebesaran pakai pernikahan untuk kedua pengantin, menggunakan bahan bludru, umumnya berwana hijau, bisa juga hitam dengan dihiasi motif emas. Hiasan kepala pengantin laki-laki disebut Makutaraja sedangkan yang perempuan Makuta. dan pengantin laki-laki membawa tombak pendek, bukan keris lazimnya masyarakat Jawa.



Walaupun pernah menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun Banten mempunyai bahasa sendiri yaitu pencampuran dari Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa. Selain itu prosesi adat di Banten tidak bisa lepas dari pengaruh ajaran Islam, hal ini dikarenakan Banten pernah menjadi kerajaan Islam tertua di Nusantara.


ANALISIS
setelah uraian diatas dapat di simpulkan bahwa Upacara Adat Pernikahan Banten sama sakral nya dengan adat budaya lainnya, hanya saja Upacara Adat Pernikahan Banten ini tidak bisa lepas dari ajaran Islam, seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Banten pernah menjadi Kerajaan Islam di Indonesia. Indonesia memiliki banyak sekali budaya Adat-Istiadat hanya saja cara penyampaian atau cara upacaranya saja yang membedakan.






Referensi : http://liburan.info/content/view/761/43/lang,indonesian/

Selasa, 02 Juni 2015

Tugas Bahasa Indonesia (Skripsi, Tesis dan Disertasi)


Kelebihan


Kelemahan

Perbedaan
Skripsi
Kajian deskriptif atau paparan lebih dominan dibandingkandengan kajian analitis. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya.
Tugas akhir calon sarjana dengan level sebagai peneliti pemula atau pembelajaran menjadi peneliti, dimana bobot penelitian dan ketajaman analisis palingrendah dibandingkan dengan Tesis atau Disertasi.
Tugas
Tugas akhir jenjang sarjana (S1)
Kajian deskriptif atau paparan lebih dominan dibandingkandengan kajian analitis. Disamping itu pada skripsi jumlah rumusan masalah biasanyasekitar 1 atau 2 rumusan masalah.
Tesis
Bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan
Kerap pula terjadi kebingungan ketikamahasiswa akan melakukan riset atau menulis karya ilmiah untuk tugas akhir.
Kebingungan biasanya muncul ketika dosen pembimbing atau supervisor atau promotor mereka mulai menanyakan, dimana posisi penelitian mereka dalam kerangka dari studi atau disiplin yang mereka geluti.
 Tugas akhir jenjang Magister (S2)
minimal 3 rumusan masalah.
Disertasi
Doktor lebih dari 3 rumusan masalah dengan bobot ilmiah yang paling tinggi dibandingkan yang lain.
dipakai untuk mengacu pemaparan diskusi yang bersifat skolar atau akademis dapat memberi kontribusi bagi pengembangan ilmunya tersebut, karena memang demikianlah seyogianya tugas seorang kandidat doktor.
Belum memahami apa tujuan atau filosofi penyelenggaraan pendidikan tinggi, apa filosofi sarjana, pendidikandiploma/vocational, S-2 (master/magister) dan apa filosofi pendidikan doktoral.
Pemahamannya yang belum benar tentang filosofi penyelenggaraan pendidikan pascasarjana, membuat disertasi tidak ubahnya membuat skripsi sebagaimanayang pernah mereka lakukan dahulu
Disertasi (S3) merupakan Tugas akhir jenjang Doktor (S3, jenjang tertinggi akademik) untuk doktor  lebih dari 3 rumusan masalah.



SKRIPSI

Abstrak Skripsi Akuntansi

Nama: Eko Sri Wardoyo NPM: 07018106 Program Study: Akuntansi Standar Akuntansi Pemerintahan adalah Prinsip Akuntansi yang ditetapkan dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan Pemerintah. Standar Akuntansi Pemerintahan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah merupakan gambaran dari kinerja Pemerintah Daerah dalam satu periode Akuntansi. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sudah menyajikan Laporan Keuangan dan salah satu unsur Laporan Keuangan tersebut adalah Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Penulis menganalisis penyajian LRA Pemkab. Humbang Hasundutan untuk tujuan mengevaluasi ketaatan Entitas mengenai alokasi sumber Daya Ekonomi, Akuntabilitas dan ketaatan Entitas Pelaporan terhadap anggaran yang telah diatur dalam PSAP Nomor 02. Oleh karena itu, maka penulis memilih judul skripsi ini, yaitu” Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02 dalam Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.” Berdasarkan judul di atas maka masalah yang penulis rumuskan yaitu “Apakah penyajian Laporan Realisasi Anggaran yang disajikan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02?”, Maka Hipotesis atas rumusan masalah tersebut adalah: Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02. Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan Belum sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02. Dari hasil analisis Penerapan tentang Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Humbang hasundutan maka penulis menarik kesimpulan bahwa dalam Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02. Adapun Saran yang penulis berikan sesuai dengan hasil analisis tentang Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan adalah “Supaya Laporan Realisasi Anggaranya handal dan kompeten maka Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaranya harus berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02.


TESIS

Abstrak Tesis

Tesis ini berjudul “Embedded Clauses as Qualifier of something: A Functional Grammar Approach” Tesis ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur dan makna klausa-klausa yang berfungsi sebagai elemen postmodifikasi kata something atau Qualifier serta hubungan logikasemantis-nya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Functional Grammar. Analisis dilakukan dengan menguraikan ideational structure dari nominal group something + embedded clause. Ideational structure terdiri dari logical dan experiential structure. Kemudian hubungan logika-semantik antara embedded clauses dengan kata something dianalisis dan dideskripsikan dengan mengungkap tipenya. Dari seratus delapan data yang diperoleh dari British National Corpus penulis memilih tiga puluh lima data sebagai sample untuk dianalisis dan dideskripsikan.

Peneliti menganalisa dan mendeskripsikan setiap data tersebut sesuai dengan teori Functional Grammar Halliday and Matthiessen (2004), Bloor and Bloor (2004), Martin, Matthiessen and Painter (1997), Lock (1996), Thompson (1996), Gerot and Wignell (1995), Eggins (1994), and Butt, et. al (1993).Dari hasil analisis dan deskripsi data terlihat bahwa embedded clauses yang befungsi sebagai Qualifier dari something terdiri dari finite clause tanpa relative marker dan dengan relative marker that, which dan where serta non-finite clause to infinitive, past participle (V-ed) dan present participle (V-ing). Tidak ditemukan data yang mengandung non-finite clause dengan tipe bare infinitive. Sementara dari sisi logico-semantic terlihat bahwa Elaboration, sebuah sub-tipe dari Expansion mendominasi pola hubungan makna embedded clause dengan kata Head-nya, yaitu something. Secara singkat dapat dikatakan bahwa embedded clause sebagai Qualifier berfungsi memberi spesifikasi dan eksemplifikasi informasi kepada Head word, something.

 Kata kunci: embedded clause, Qualifier, nominal group


DISERTASI
           
ABSTRAK
PENGARUH PENDIDIKAN FORMAL, PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARIER TERHADAP KINERJA PEGAWAI PEREMPUAN

Peluang pegawai perempuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sering terhambat oleh masalah internal organisasi maupun masalah keluarga, demikian pula kesempatan untuk mengikuti pelatihan. Selain itu, pengembangan karir bagi pegawai perempuan juga dirasakan tidak begitu mulus dibandingkan dengan laki-laki. Dalam hal ini, kinerja pegawai perempuan dapat berjalan secara lebih baik dengan pendidikan formal, pelatihan, dan pengembangan karir pegawai perempuan yang seimbang”.

 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah survei eksplanatori. Penggunaan metode ini karena peneliti tidak hanya menggambarkan fakta-fakta empiris yang ditemui di lapangan, tetapi juga menganalisis dan menjelaskan pengaruh antar variabel, yang meliputi analisis pengaruh pendidikan formal, pelatihan dan pengembangan karier terhadap kinerja pegawai perempuan, melalui pengujian hipotesis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Pendidikan Formal, Pelatihan dan Pengembangan Karier Pegawai terhadap Kinerja Pegawai Perempuan. Pengaruh terbesar dari variabel tersebut adalah variabel pendidikan formal, sedangkan pengaruh terkecil adalah pengembangan karier. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikemukakan temuan dari penelitian ini bahwa yang paling mempengaruhi pegawai perempuan di lingkungan Pemerintahan Bandar Lampung itu berkaitan dengan faktor pendidikan formal, yaitu kepedulian pegawai untuk meningkatkan pendidikan formal dengan mengikuti pendidikan formal secara berjenjang dan berkesinambungan, sehingga tercipta keseimbangan peluang antara pegawai laki-laki dan perempuan. Pada kenyataannya, pegawai perempuan memiliki profesionalisme yang sama dengan lakilaki, walaupun dalam taraf tertentu pegawai perempuan lebih mudah mendapat hambatan yang sifatnya pribadi.

Sumber :





Tulisan B.Indonesia 10 (Sinopsis Novel)

Sinopsis Novel Perahu Kertas Dewi Lestari

Sinopsis Novel Perahu Kertas Dewi Lestari - "Perahu ng BramantyKertas" merupakan novel ter-hitz dari Dewi 'dee" Lestari. mengangkat tema persahabatan empat sekawan yang easy reading dan heart catcing untuk pembaca dari berbagai lapisan usia. dikemas dengan bahasa yang lugas, serta pendeskripsian keadaan yang juga begitu lugas tetapi sarat akan nilai-nilai serta makna kehidupan. bukan melulu tentang remaja, melainkan tentang dinamika kehidupan empat orang remaja serta korelasinya dengan lingkungan internal. novel ini akan segera diankat ke layar lebar. sentuhan tangan sutradara kenamaa Hanung Bramantyo akan menambah apik coverage novel yang sudah apik ini. dan inilah sinopsi novel "perahu kertas" karya Dewi "dee" Lestari !!

Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.

Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.

SINOPSIS PERAHU KERTAS

Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.

Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.

Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.

Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.

Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.

Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.

Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.

Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.

Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya.